Daftar Trading Tanpa Modal Disini
Ingin Tahu Bagaimana Trading Tanpa Modal Baca Artikelnya Disini
Selain itu, sinar UV C berpotensi lebih kuat untuk kanker kulit.
Hanya saja karena ada lapisan ozon, radiasi UV C dihambat untuk sampai
ke bumi. Ketika lapisan ozon bolong maka risiko kanker kulit ikut
meningkat.
Itu sebabnya, di negara dengan lapisan ozon yang sudah bolong seperti
Cile, Argentina, Amerika Latin, serta Eropa utara, insiden kanker kulit
tinggi.
Kanker kulit ini memang kerap dihubungkan dengan ras. Orang ras kulit
putih (kaukasia) lebih berisiko mengalami kanker kulit ketimbang kulit
hitam. Sehingga kejadian kanker kulit di Afrika maupun Papua relatif
lebih kecil.
Hal ini terkait dengan pigmentasi. Mereka yang berkulit hitam
memiliki pigmen yang besar dan banyak sehingga melindungi inti sel dari
sinar matahari. Ketimbang orang kulit putih yang pigmennya lebih kecil
dan sedikit.
Selain sinar ultraviolet, bahan kimia yang mengandung arsen seperti
cat, elektronik, gelas, insektisida, pestisida, juga dapat meningkatkan
risiko terjadinya kanker kulit. Sinar radiasi-ionisasi selama 20-30
tahun juga berisiko KSB (Karsinoma Sel Basal) dan KSS (Karsinoma Sel
Skuamosa).
“Akan tetapi dengan kemajuan ilmu, hanya sedikit sekali kemungkinan
radioterapi menyebabkan kanker kulit,” jelas Dr. Aida. Yang perlu
diingat, penyebab kanker kulit sangat multifaktor.
Sumber : Sehatnews











